Rabu, 09 Juli 2008

"My Value" harus sesuai dengan jati diri kita

My Value's today

Sejak dari kecil kita sudah dibiasakan untuk mengikuti aturan orang tua, kakak, bapak/ibu guru kita yang semuanya itu bertujuan untuk menjadikan kita menjadi lebih baik dan menjadi manusia yang berguna di masa depan. Kita tidak boleh ini, tidak boleh itu dan harus begini serta harus begitu.

Semuanya itu bagus karena memang harus demikian para orang tua serta guru kita membimbing kita di waktu kecil. Tetapi ada yang kebablasan dalam memberikan aturan yang diberikan kepada kita, yaitu kita dituntut untuk menjadi orang seperti keinginan orang tua kita. Jadi yang ingin adalah orang tua kita dan bukannya kita sendiri. Tetapi, kita janganlah menyalahkan orang tua kita kalau mempunyai sikap yang demikian karena semuanya itu bertujuan baik untuk kita, orang tua kita tidak salah tetapi tidak tepat. Kita ambil pointnya saja bahwa sebenarnya yang diinginkan oleh orang tua kita adalahagar kita menjadi orang yang sukses dan bisa membuat bangga orang tua kita.

Nah, kesuksesan itu adalah target kita dan juga target orang tua kita. Kesuksesan itulah yang akan kita raih sekarang.

Kesuksesan berarti kita sukses membuat sesuatu. Sesuatu yang seperti apa? yaitu sesuatu yang mempunyai Value bagi orang lain dan dihasilkan dari Value yang kita miliki. Nah, bagaimana kita dapat memiliki Value yang tinggi? Value yang tinggi akan kita miliki kalau memang secara sadar kita memang membuat Value tersebut. Value yang kita miliki akan semakin tinggi jika Value yang kita buat tersebut sejalan atau sesuai dengan Jati Diri atau sifat yang kita miliki. Kita tidak akan memiliki Value yang tinggi jika Value tersebut tidak didukung dengan sifat atau kelebihan yang kita miliki.
Sebagai contoh, kita ingin memiliki Value yang tinggi pada bidang akuntansi. Kita ingin menjadi seorang Akuntan yang hebat tetapi kita memiliki sifat yang tidak telaten, tidak teliti. Bagaimana kita akan menjadi seorang akuntan yang di segani kalau kita sendiri tidak mempunyai sifat ketelitian yang tinggi yang merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang akuntan.
Contoh lain, kita ingin menjadi pengacara yang handal, tetapi kita mempunyai keterbatasan dalam hal berkomunikasi. Bagaimana akan beradu argumentasi dengan baik kalau kita mempunyai masalah dengan komunikasi. Kalau di pertahankan, jangankan menang di proses peradilan, akan maju ke persidangan saja kita sudah takut.
Jadi, kenalilah diri kita terlebih dahulu sebelum menentukan "My Value" apa yang akan kita buat.
Salam Value

Senin, 07 Juli 2008

Menjadi TIKUS di perusahaan Besar atau menjadi Singa di Perusahaan Kecil

My Value's today

Seringkali kita berebutan untuk melamar di suatu perusahaan besar apalagi berskala internasional dan menjadi bangga sekali kalau kita telah bekerja di perusahaan besar tersebut. Demikianpun sebaliknya, kita menjadi merasa sangat rendah sekali dan merasa enggan untuk memberitahukan kepada orang lain dimana kita bekerja sekarang kalau kita bekerja di perusahaan yang kecil yang mungkin bagi kebanyakan orang baru pertama kali mendengarnya.

Benarkah kalau kita telah bekerja pada perusahaan yang besar itu kita sudah mendapatkan jaminan hidup selamanya? atau sebaliknya apakah dengan bekerja di perusahaan yang kecil kita tidak bisa hidup dengan kebebasan financial yang kita inginkan? Apakah dengan bekerja seenaknya sendiri pada perusahaan yang besar, kita tetap mendapatkan jaminan hidup selamanya? Justru tidak, jika kita bekerja pada perusahaan yang besar kita pasti di tuntut dengan hasil yang besar pula dan aturannyapun sudah dibuat sedemikian detail dan rapi sehingga jika kita membuat kesalahan dan bekerja seenakknya bisa-bisa kita kena SP1, SP2 dan mungkin sampai dengan PHK. Nah, kalau sudah begini sudah jaminankah kita bekerja pada perusahaan yang besar.

Bekerja pada perusahaan yang besar ataupun kecil itu sama saja, semuanya tergantung dari kita sendiri bagaimana membuat paradigma yang benar terhadap suatu pekerjaan dan akan di kemanakan tujuan hidup kita dan keluarga kita.

Jadi, langkah kita bagaimana? yang pertama harus kita jalankan adalah membuat paradigma bahwa saya bekerja adalah untuk menaikkan VALUE saya, bukan untuk yang lain dan bukan juga untuk gaji yang besar. Gaji yang besar adalah efek dari VALUE kita yang tinggi. Jadi buatlah VALUE yang tinggi untuk mendapatkan gaji yang besar.

Nah bagaimana membuat Value yang tinggi? Apa hubungannya dengan perusahaan yang besar dan perusahaan yang kecil? Membuat Value yang tinggi adalah sebuah proses dan proses pembuatan Value ini sangat cocok dilakukan pada perusahaan yang sudah besar dan mapan. Setelah kita mempunyai Value yang tinggi dengan cara belajar pada perusahaan yang besar, kita tinggal menentukan apakah kita terus pada perusahaan tersebut atau kita ingin pindah ke perusahaan yang lain.

Tentang perusahaan itu besar atau kecil, hal itu adalah bukan masalah yang besar kalau kita sudah memiliki Value yang tinggi. Kalau kita memilih perusahaan yang besar pasti mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang lebih kecil di bandingkan dengan perusahaan yang kecil yang tentu saja menuntut kita untuk mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang besar.

Jadi haruskah menjadi tikus di perusahaan yang besar atau menjadi singa di perusahaan yang kecil? jawabannya adalah sama saja karena kuncinya adalah bagaimana membuat paradgima bahwa tujuan kita bekerja adalah untuk membangun VALUE.

Salam Value

Minggu, 06 Juli 2008

Kita bekerja untuk siapa?

My Value's Today

Sebuah pertanyaan yang simple sekali tetapi akan sangat luas sekali fungsinya dan dapat mempengaruhi paradigma kita dalam bekerja.
Hari ini ada cerita menarik yang dapat diulas pada blog ini.
Kebetulan hari ini Ibu Direktur Utama dan Ibu Direktur tempat saya bekerja cuti secara bersamaan ditambah dengan 1 orang lagi yaitu Manager Purchasing.
Pagi-pagi sekali saya bekerja dengan perasaan yang biasa-biasa saja dan berjalan seperti biasanya. Tidak berapa lama setelah itu saya bertemu dengan salah satu staff Purchasing dan kelihatan sekali dari wajahnya sangat ceria dibandingkan dengan hari biasanya. Kemudian Dia menyapa saya dan berkata hari ini sangat tenang sekali keadaannya, para bos tidak masuk dan kita bisa rilex kerjanya, bukan begitu Pak Indro? saya hanya tersenyum kecil aja.
Nah, keadaan diatas mungkin bisa terjadi pada kita semua yang bekerja di sebuah perusahaan. Kalau nggak ada Bos, kita bisa tenang dan rilex dalam bekerja. Tetapi coba resapi dan tanya kedalam hati kita masing-masing, benarkah kita rilex dan tenang kalau tidak ada bos? atau malah sebaliknya dalam hati kita tidak menjadi tenang, di kejar-kejar suatu hal yang tidak kelihatan dan akhirnya hati kita hari ini menjadi hampa. Mengapa hati kita menjadi hampa? karena hari ini kita tidak menghasilkan sesuatu output apapun dan itu mempengaruhi motivasi kita dalam bekerja. Kita pasti telah mengetahui bahwa kita menjadi bersemangat dalam melakukan apapun jika kita telah menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kita dan bagi orang lain. Jadi Lebih enak ada Bos atau tidak ada Bos saat kita bekerja?
Kalau paradigma kita terisi bahwa kita melakukan semua tindakan dalam bekerja adalah untuk menyenangkan atasan atau bos kita maka tindakan untuk tenang dan rilex adalah sudah betul. Tetapi apakah demikian seharusnya kita bekerja? bukankan tujuan kita bekerja adalah untuk meningkatkan taraf hidup kita? kalau demikian, untuk apa kita memusingkan ada bos atau tidak, Atasan masuk atau tidak itu adalah urusan mereka sendiri. Urusan kita adalah bagaimana caranya agar kita dapat menaikkan "My Value" kita di perusahaan tempat kita bekerja untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik.
Jadi, "Kita bekerja untuk siapa?" tentu saja jawabannya adalah untuk kita sendiri dan bukan untuk orang lain.
Semoga menjadi renungan kita pada hari ini untuk meningkatkan Value kita masing-masing

Salam Value

Rabu, 02 Juli 2008

Hari Pertama

Pada awalnya aku berpikir bagaimana caranya agar banyak orang bisa membaca buku yang berjudul "My Value" yang sedang saya tulis. sudah 40% lho.... dan ini adalah buku pertama saya dan juga saya belum punya pengalaman sama sekali tentang ilmu penulisan buku ini. Tetapi tujuan saya baik, yaitu ingin membagikan ilmu kepada banyak orang terutama untuk para karyawan yang bekerja di pabrik.
Kemudian saya ingat, lha kan ada blog. yang bisa dipakai sebgai sarana untuk komunikasi saya dengan para pekerja atau biasanya disebut karyawan pabrik. Jadilah saya hari ini tanggal 02 Juli 2008 mulai menulis di blog ini.
Semoga blog ini bisa dipakai sebagai sarana untuk meningkatkan "Value" dari setiap pekerja pabrik..
Sampai jumpa besok ya...