Sejak dari kecil kita sudah dibiasakan untuk mengikuti aturan orang tua, kakak, bapak/ibu guru kita yang semuanya itu bertujuan untuk menjadikan kita menjadi lebih baik dan menjadi manusia yang berguna di masa depan. Kita tidak boleh ini, tidak boleh itu dan harus begini serta harus begitu.
Semuanya itu bagus karena memang harus demikian para orang tua serta guru kita membimbing kita di waktu kecil. Tetapi ada yang kebablasan dalam memberikan aturan yang diberikan kepada kita, yaitu kita dituntut untuk menjadi orang seperti keinginan orang tua kita. Jadi yang ingin adalah orang tua kita dan bukannya kita sendiri. Tetapi, kita janganlah menyalahkan orang tua kita kalau mempunyai sikap yang demikian karena semuanya itu bertujuan baik untuk kita, orang tua kita tidak salah tetapi tidak tepat. Kita ambil pointnya saja bahwa sebenarnya yang diinginkan oleh orang tua kita adalahagar kita menjadi orang yang sukses dan bisa membuat bangga orang tua kita.
Nah, kesuksesan itu adalah target kita dan juga target orang tua kita. Kesuksesan itulah yang akan kita raih sekarang.
Kesuksesan berarti kita sukses membuat sesuatu. Sesuatu yang seperti apa? yaitu sesuatu yang mempunyai Value bagi orang lain dan dihasilkan dari Value yang kita miliki. Nah, bagaimana kita dapat memiliki Value yang tinggi? Value yang tinggi akan kita miliki kalau memang secara sadar kita memang membuat Value tersebut. Value yang kita miliki akan semakin tinggi jika Value yang kita buat tersebut sejalan atau sesuai dengan Jati Diri atau sifat yang kita miliki. Kita tidak akan memiliki Value yang tinggi jika Value tersebut tidak didukung dengan sifat atau kelebihan yang kita miliki.
Sebagai contoh, kita ingin memiliki Value yang tinggi pada bidang akuntansi. Kita ingin menjadi seorang Akuntan yang hebat tetapi kita memiliki sifat yang tidak telaten, tidak teliti. Bagaimana kita akan menjadi seorang akuntan yang di segani kalau kita sendiri tidak mempunyai sifat ketelitian yang tinggi yang merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang akuntan.
Contoh lain, kita ingin menjadi pengacara yang handal, tetapi kita mempunyai keterbatasan dalam hal berkomunikasi. Bagaimana akan beradu argumentasi dengan baik kalau kita mempunyai masalah dengan komunikasi. Kalau di pertahankan, jangankan menang di proses peradilan, akan maju ke persidangan saja kita sudah takut.
Jadi, kenalilah diri kita terlebih dahulu sebelum menentukan "My Value" apa yang akan kita buat.
Salam Value

Tidak ada komentar:
Posting Komentar